Wednesday, January 9, 2008

Hidupku Yang terlalu

Terlalu
Memang meskipun menyakitkan
Kucoba bertahan lalui jalan-jalan setapak
Meski rimba laya menghadang
Badai menerjang
Harus kuhadapi
Kasih saying-Nya bersinar
Menyapaku ditengah kemunafikan
Dan kebiadaban manusia
Lupa
Hakekat manusia lupa
Akan cinta dan kasih saying sesame
Entahlah?
Kubertanya, manusia sekarang terlalu nista
Tega
Kataku pada bintang
Bersinar
Manusia tak punya rasa
Apalagi cinta
Dan ketulusan itu
Semua lenyap
Kubilang
Ego yang merusak hati
Dan menyakiti jiwa
Kini
Ku menepi sunyi
Meski diam
Terselip luka
Yang kudiamkan
Tapi?
Aku tak mengerti
Cinta dan tulus
Itu pasti
Dimanakah kini?

No comments: