Sunday, January 6, 2008

isah Moses mencomot sejarah Mesopotamia?

Sebelumnya pernah disinggung bahwa bahwa Alquran mencontek sebagian isi
Taurat. Kisah Moses pun konon mencontek kisah Akhnaten - Amenhotep IV - dari
sejarah Mesir Kuno. Yunani pun menconteknya dengan menokohkan Oedipus. Moses
dan Oedipus sebagai lakon-lakon mnemonic dari jalur yang berbeda. Benarkah?
Tapi, apa Musa juga kawin sama ibunya -- sebagaimana Oedipus? Ibu Oedipus
bernama Jocaste, sedangkan ibu
Musa bernama Jochebed. Mirip bukan? - JD

Berikut jawaban ustadz H. Muh. Nur Abdurrahman (HMNA) di Makassar:
Alquran tidak mencontek Taurat, tapi Allah SAW 'mendaur ulang'. Lagipula
Musa tidak pernah kawin dengan ibunya. Masak seorang Nabi mengawini
ibunya! Akhenaton juga kawin dengan Nefrititi yang bukan ibunya!

_____________________

Biarkan kasus 'Moses - Akhnaten - Oedipus' mengambang dulu. Kini ada satu hal
lagi tentang Moses. Kala saya baca buku sejarah peradaban kuno
Sumeria/Mesopotamia, ternyata ada kisah hidup seorang raja bernama Sargon yang
betul-betul mirip kisah Moses (Arab: Musa).

Sargon dan Moses punya kesamaan: berdarah Semit; bayinya dibuang ke sungai oleh
ibunya; bayi itu ditaruh dalam keranjang tahan bocor; ditemukan dan dirawat
oleh
seseorang; masuk dalam lingkungan istana dan pelan-pelan punya pengaruh. Lalu
yang terakhir: melawan raja yang bertahta.

Yang membedakan: Sargon hidup di Mesopotamia (lahir sekitar tahun 2300; jadi
raja tahun 2334; wafat di tahun 2279 SM), sedangkan Moses hidup di
Mesir Kuno pada masa pemerintahan Fir'aun (1300 - 1200 SM). Jadi
antara kehidupan Sargon dan Moses ada rentang waktu sekitar 1000 tahun lamanya.

Apakah ini suatu kebetulan atau memang kehadiran Moses di kitab-kitab suci
agama Semit itu mencomot kisah hidup Sargon? Sebagai catatan, Pentatouch
(Taurat) baru selesai disusun pada 400 SM oleh Ezra - sekira 900 tahun sejak
masa kehidupan Moses dan sekira 1900 tahun sejak masa Raja Sargon.

Mohon tanggapan dari rekan-rekan semua, pencerahan pls...............

Berikut cuplikan kisah kehidupan Sargon:
___________________________________________________

The reign of SARGON (from 2334 to 2279 BC) - SARGON became the first
King of the dynasty of AKKAD "the child saved from waters", the central
region of Mesopotamia (between the Euphrates and Tiger rivers north of
Nippur). He was born in Azupiranu, (the saffron-colored city on the banks of
the Euphrates). His mother was a high priestess, who brought him secretly into
the world, placed him in a basket (made waterproof
with pitch) and put him into the river. He was saved by a drawer of water
named Aggi, who adopted him, raised him and taught him the trade of gardener.

Starting as a servant of Ur-Zabada, King of Kish, he gained the
position of cup-bearer. One day he rebelled against his benefactor,
dethroned him, and marched on URUK, which was ruled by the all-powerful
LUGALZAGESI. Having conquered the town by surprise, he destroyed the
ramparts and succeeded in capturing the great King during the battle.
Sargon locked Lugalzagesi in an iron collar, and transported him to
the temple of Enlil at NIPPUR, the spiritual capital of Mesopotamia.

By taking the throne at Nippur, Sargon, a Mesopotamian Semite, became
the first King of the dynasty of Akkad. He built himself a great empire
which extended past the original frontiers. Although he declared himself
to be the "OINT of Anum" and the priest of Enlil, Sargon respected the
religions and temples of the Sumerians. After taking UR, he made his
daughter Enheduanna the high priestess of the moon-god: NANNA. Then he
took the cities of Lagash and Umma, and attacked the high country of
Mesopotamia, to gain the submission of three large cities: "Ebla,
Iamarti and Mari" which from then on gave him a large annual bounty.

Sargon's ambition did not end there -- he led his army in two
campaigns into Elam (Persia/Iran) to subdue the two principalities of
Awan and Warahshe (its ally). The towns were sacked but not destroyed.
Sargon made vassals of the two chiefs on receiving their surrender.
Then he entered SUSE, the chief city of ELAM, and made it "the capital
of ELAM", leaving the power in the hands of its former viceroy. Using
the numerous slaves that he had captured in his many campaigns, Sargon
enlarged and maintained innumerable irrigation canals to cultivate
cereals.

Between Kish and Babilim (the future Babylon) he built his "new royal
capital of AGADE", with its huge palace and double ramparts of
fortification. As this city was situated on the ancient trail of the
Euphrates, he enlarged the port so that it could accommodate all the
ships of that time. He started a system of permanent inspection and
transfer of cavalry every 50 km. Each of these posts was managed by a
royal officer. According to legend, he took his armies to Creta,
Cyprus and even as far as Anatolia.
Sargon, who ruled for 50 years, pronounced himself the protégé of the
goddess ISHTAR which did not prevent him (despite his advanced age),
from vigorously defending his coveted throne.

_____________________________________________________

Timeline - 3000 - 400 BC/SM:

3000 - 2700
Masa Dinasti Fir'aun di Mesir Kuno

2334
Sargon menjadi raja di Sumeria hingga tahun 2279 SM.

2000 - 1900
Versi Islam: Ibrahim memimpin kaum Al 'Ibriyah Al Jadidah (Deutro 'Ibriyah)
untuk
beremigrasi gelombang kedua ke Mesir. Gelombang sebelumnya adalah
bangsa Al'Ibriyah Al Qadimah yang mendirikan Dinasti Hyksos. Dinasti
Hyksos dari kaum Al'Ibriyah Al Qadimah menerima kedatangan rombongan
Ibrahim - kaum Habiru. Ia diperlakukan bak tamu terhomat. Ibrahim lalu menikah
dengan
Sitti Hajar (Alkitab: Hagar), puteri Raja Mesir (Alkitab: budak belian).

1500
Zaman perunggu terakhir (hingga 1200) - Dinasti Fir'aun kembali berkuasa
setelah
mengalahkan Dinasti Hyksos. Politik Dinasti Fir'aun yang mendominasi
negeri-negeri tetangganya ini berubah 180 derajat terhadap orang-orang
Habiru. Mereka mulai ditekan, kemudian diperbudak.
Akhenaten (atau Amenhotep IV sebelum dia menjadi monotheist) - Pharaoh
ini yang 'ngotot' memperkenalkan monotheistik penyembahan Dewa Matahari
Aton sebagai satu-satunya dewa resmi.

1298
Ra-Mose (Ramses) II menjadi Fir'aun (hingga 1232). Ia harus berhadapan
dengan Moses (Musa).

1232
Mern-Ptah menjadi Fir'aun terakhir dari Dinasti XIX (hingga 1224).
Dia tenggelam di Laut Merah saat berseteru dengan Moses (Musa).

1224
Sepeninggal Mern-Ptah, terjadi chaos selama 24 tahun lamanya,
hingga 1200 SM. Orang-orang Habiru ditekan Fir'aun, kemudian diperbudak. Lalu
mereka hijrah (exodus) dari Mesir dipimpin oleh Moses.

1,200
Seti Nekth, Fir'aun pendiri Dinasti XX (hingga 1085) berhasil
menertibkan keadaan chaos semasa pemerintahannya. Inilah dinasti
terakhir dari 'The New Kingdom of the Nile'.

400
Ezra selesai menyusun Taurat (Pentateuch) yang terdiri dari 5 kitab,
bersumber dari sejumlah catatan zaman Salomo/Sulaiman (kl 950 SM), dari
tradisi Yahwist (Yahwe), Elohist (500 SM), Priest, dan Deuteronomist.

____________________________________

MOSES (Mozeh; Mozes; Moesa; Musa; Musauw)

Versi Alkitab:
Di dalam Alkitab, Musa adalah Nabi besar untuk bangsa Yahudi.

Versi Islam/Al-Quran:
Kaum Semit mulai memasuki wilayah Mesir sejak zaman Nabi Hud, lalu gelombang
kedua dipimpin Nabi Ibrahim (Catatan: Pada saat yang sama mereka juga
berdatangan
ke Sumeria. Tak cuma bermukim dan cari nafkah, tapi juga mengincar kekuasaan
dengan dalih menyebarkan agama mereka dan menghancurkan benda-benda yang mereka
anggap
sesembahan berhala).

Nabi Yusuf as (Alkitab: Joseph) -- anak Nabi Yakub (Alkitab: Jacob); cucu
Nabi Ishak (Alkitab: Isaac); cicit Nabi Ibrahim (Alkitab: Abraham) --
bersentuhan
dalam sejarah Mesir dengan gelar Malik (Raja), sedangkan masa Nabi Musa AS
dengan Fir'aun. Nabi Yusuf AS menjadi Menteri Urusan Logistik,
Khaza-inu lArdh (S. Yusuf, 55), adalah Malik (Raja), maka ummat Islam wajib
mengimani bahwa pada zamannya Nabi Yusuf as, penguasa Mesir tidak bergelar
Fir'aun.

Sejak meninggalnya Yusuf, keturunan Israel menetap di Mesir selama
sekitar 300 tahun. Selama menetap di negeri itu, mereka hidup dalam
penindasan raja Mesir yang bergelar Fir?aun (QS al-Qashash: 4). Sampai
akhirnya Nabi Musa menyelamatkan mereka dan meninggalkan Mesir, pindah
ke negerinya semula.

Nabi Musa diutus untuk mengajak Firaun dan pengikutnya agar beriman
kepada Allah. Untuk itu dia diberikan dua mukjizat: tongkat yang dapat
berubah menjadi naga, memakan ular-ular lain dan tangannya yang bila
dimasukkan ke dalam saku akan mengeluarkan cahaya putih bersih tanpa
cela. Dia mengajak mereka mengesakan Allah, tetapi Firaun memeranginya
dan mengumpulkan beberapa pawang sihir untuk diadu dengan beliau.
Dengan izin Allah, Musa dapat mengalahkan mereka, kemudian Allah
memerintahkan kepada Musa dan pengikutnya untuk keluar dari Mesir.
Firaun mengejarnya dengan pasukan tentara yang cukup banyak. Ketika
pengikut Musa merasa sudah hampir terkejar tentara Firaun, Allah
memerintahkan kepadanya untuk memukul laut dengan tongkatnya, agar
mereka dapat selamat. Sementara Firaun dan pengikutnya tenggelam yang
kelak menjadi pelajaran untuk orang lain.

Setelah beberapa tahun Musa wafat, orang-orang Israel dipimpin oleh
beberapa Nabi. Di antara mereka ada Nabi Ilyas dan Nabi Ilyasa.
Setelah Nabi Ilyasa meninggal, keadaan bangsa Israel makin kacau
balau. Peradaban mereka merosot dan ajaran Nabi Musa mulai ditinggalkan
(QS asy-Syu?ara: 63-66).

Mertua Musa: Nabi Syu'aib (Alkitab: Jethro) - pendahulu Musa sebagai Nabi -
memimpin bangsa Madyan yang kepala batu (catatan: Madyan adalah salah satu anak
Ibrahim).
________________________________________

Sederet kisah serupa tapi tak sama (mana yang otentik? siapa mencontek
siapa?):
- Gilgamesh (mitologi Sumeria-Babilonia) = Adam
- Lilith (Sumeria) = Eve = Siti Hawa
- Raja Ziusudra (Sumeria) diselamatkan oleh kapal Tuhan Enlil dari banjir =
Noah
- Ut-Napishtim (Babylonia) dengan perahu dari Tuhan = Noah
- Manu (India) diselamatkan kapal dan Dewa Wisnu yang menyamar jadi ikan = Noah
- Dwynwen dan Dwfach diselamatkan kapal (Wales) = Noah
- Legenda Lituania = Noah
- Deucalion dan istrinya Pyrrha diselamatkan Zeus dengan perahu (Yunani) = Noah
- Troy (Greek) = Abraham (episode Qurban)
- Yao diselamatkan perahu layar (China) = Noah
- Nuwea (NTT) = Noah (penyebaran Kristen di NTT)
- Nu-Wah menyelamatkan makhluk hidup dari langit bocor (Cina) = Noah
(penyebaran Kristen di Cina)
- Bergalmir (legenda Nordic, Skandinavia) diselamatkan kapal besar = Noah
- Akhnaten (Ancient Egypt) = Oedipus (Greek) = Moses
- Raja Sargon (Sumeria) = Moses

Tudingan plagiat:
- David (Daud) - Zabur (Mazmur) vs Akhenaton's Hymns to the Aton
- Alquran mencontek sebagian isi Taurat (namun sebagian isinya saling
bertentangan)

Sumber: Dari berbagai sumber


Ungkapkan opini Anda di: http://mediacare.blogspot.com

No comments: