Sunday, February 24, 2008

puisi

INTRO

Delapan kali aku membenci diriku
Pertama kali saat menunda-nunda waktuku,
Kedua ketika aku mendustai diriku, dan berpura-pura dalam kenestapaan
Ketiga ketika kupergi tanpa jelas rimbanya
Keempat ketika ku diberi kemudahan dan aku memilih kesulitan
Yang bercampur deru debu
Kelima ketika mmbenci kedijayaan dan aku terperangkap dalam perangkap
Yang kubuat sendiiri
Keenam ku tak bisa menahan nafsu dan amarah
Kini terjebak dalam lorong waktu
Ketujuh ku tak dapat dalam rantai yang mengekang
Yang kusangka mutiara berkilauan
Kedelapan ketika terhunus pedang dan ku hanya terdiam

1 comment:

hendrikofirman said...

Terima kasih sebelumnya sudah berpartisipasi dalam rangka mengembangkan budaya blog, yang khususnya anda lakukan dengan cara mengkritik blog saya ini. Saya sangat sangat mengahrgainya sekali. Masalah penggunaan kata flash, saya cuma menjelaskan kepada pembaca bahwa sebaiknya kita menggunakan kata yang populer sezaman dulu-walaupun tudak ada dalam konstelasi BI, tapi itu bisa dipahami masyarakat dengan cukup tegas. Selanjutnya masalah isi, solusi, dan latar belakang, memang saya tiadakan agar pembaca tidak merasa didikte oleh saya dalam pemikiran tulisan yang cukup subjektif disini. Justru saya membuat seadanya untuk bisa membuat pembaca bisa juga mengeksplor apa yang sebenarnya konten dari tulisan ini. seterusnya saya juga masih kurang pngertiannya tentang cara penulisan yang baik dan utuh, untuk itu bisalah dimaklumi dan tapi saya akan tetap mengasahnya.

****