Terjebak luka
Luka itu menghunus jantungku,
Meredam damaiku dan menghancurkan diriku,
Aku,
Disini hanya merasa sesak nafas tak terhingga
Ikatan lukaku, makin terasa
Hingga, ketidak jujuran diriku membawaku keneraka
Hati dan jiwa ini bagaikan terbakar
Oleh neraka jiwa yang tak berkesudahan
Aku, terjebak lukaku sendiri...
Tanpa menyadari
Aku menerobos lubang-lubang...
Atau aku yang memasuki lubang itu sendiri?
Aku..
Datang.. hanya untuk melukai
Tak berbudi
Atau aku seperti orang yang kehilangan akal?
Dan tiba-tiba jaring laba-laba menjebak tubuhku
Yang semakin lama semakin lemah..
Aku tak bernafas ..
Hidup..bagai mayat hidup
Dengan badan pesakitan
Hari ini...proklamirkan jiwa yang mencari asa
Terabaikan akan noda dunia
Kini...menjauh keberuntungan..
Atau aku memungkiri kenyataan?
Entahlah?
Sunyi dan dingin seakan jiwa
Ini semakin lemah
Tak bisa lagi terobati
Tapi..
Biarkanalah aku
Menghirup embun pagi yang damai
Menyentuh kelembutan sinar mentari
Membaui udara bersih
Mencatat catatan hidup
Yang terlupakan oleh waktu
Yang semakin sempit..
Aku..
Berharap pada bulan dan matahari
Aku berharap hujan turun membawa berkah
Bukan kegalauan dan kenestapaan
Tanpa asa
Tak berujung?
Biarkan daratan tentram tanpa badai
Biarkan bumi tetap hijau dan danau memberikan kebahagiaan.
No comments:
Post a Comment