Monday, March 10, 2008

Terjebak luka

Luka itu menghunus jantungku,

Meredam damaiku dan menghancurkan diriku,

Aku,

Disini hanya merasa sesak nafas tak terhingga

Ikatan lukaku, makin terasa

Hingga, ketidak jujuran diriku membawaku keneraka

Hati dan jiwa ini bagaikan terbakar

Oleh neraka jiwa yang tak berkesudahan

Aku, terjebak lukaku sendiri...

Tanpa menyadari

Aku menerobos lubang-lubang...

Atau aku yang memasuki lubang itu sendiri?

Aku..

Datang.. hanya untuk melukai

Tak berbudi

Atau aku seperti orang yang kehilangan akal?

Dan tiba-tiba jaring laba-laba menjebak tubuhku

Yang semakin lama semakin lemah..

Aku tak bernafas ..

Hidup..bagai mayat hidup

Dengan badan pesakitan

Hari ini...proklamirkan jiwa yang mencari asa

Terabaikan akan noda dunia

Kini...menjauh keberuntungan..

Atau aku memungkiri kenyataan?

Entahlah?

Sunyi dan dingin seakan jiwa

Ini semakin lemah

Tak bisa lagi terobati

Tapi..

Biarkanalah aku

Menghirup embun pagi yang damai

Menyentuh kelembutan sinar mentari

Membaui udara bersih

Mencatat catatan hidup

Yang terlupakan oleh waktu

Yang semakin sempit..

Aku..

Berharap pada bulan dan matahari

Aku berharap hujan turun membawa berkah

Bukan kegalauan dan kenestapaan

Tanpa asa

Tak berujung?

Biarkan daratan tentram tanpa badai

Biarkan bumi tetap hijau dan danau memberikan kebahagiaan.

No comments: