Monday, March 10, 2008

Episode II

Terapi jiwa, kehilangan jiwa

Jiwa yang hilang bersemedi dan bersembunyi tanpa ada hati yang menghidupkan oleh nyanyian syahdu, bahkan terhadang badai kehidupan yang begitu tak terkendali dalam realitas yang hanya menyimpan satu dermaga cinta dan ketulusan,

Terombang-ambing dalam keputus asaan dalam jiwa pesakitan, menerobos tulang sum-sum seperti kehilangan tulang-belulang dalam darah, mengalir dengan perlahan-lahan, dalam kebingungan mencari arah, gerak seakan tak bergerak, otakku tak lancar lagi menerima, yang ada hanya pemberontakan tak beralasan sampai merugikan jiwa, alah.. padahal...kau seharusnya tenang, bukan mendustai apa yang telah terjadi, kau kini pesakitan dan tak dapat menerima memori-memori, semua harus kau hadapi, tapi kau hanya terdiam dalam kekumalan atau berdiam diantara ketakutan dan keputus asaan, kau telah lupakan, apa yang terlupa dan terpenting..

Dermaga jiwamu butuh energi baru, kau bangkit dan jatuh..jatuh.. sepertinya kematian akan menyambut jiwa yang sakit.

No comments: