Tuesday, March 11, 2008

Derai Kehidupan

Mencari Naungan

Dalam kesunyian, dan prahara semakin dingin dan menyedihkan, bergandengan dengan badai dan prahara, pertautan ini memang membuatku galau dan bingung memilih hidup diantara kejenuhan dan kejemuan,
Ya..,hujan telah turun dari langit seakan menebarkan luka dan air mata dinegeri ini. Hanya sedikit kesempatan bagi kami yang merana menunggu terang dan kehangatan mentari…
Realitas hidup yang keras dan detak jantung yang semakin kencang mengubah hidup yang pada awalnya tersenyum dengan kenyataan dan bersahabat dengan kedurjanaan sehingga, menjadi mimpi tersendiri…
Entahlah….
Naungan untuk berlindung sendiri berada dimana?
Hati ini selalu mencari-Nya
Berharap pada-Nya
Bahkan, aku hanya bersanding diantara nafas yang tersengal
Atau resahku ini hanya tautan tak bersahabat dengan kenyataan
Memori yang masih berkabut
Tak mampu menyibat tebalnya kabut itu kini?
Aku, hanyalah butiran luka lama
Yang harus dilupakan
Dari kecerobohan dan ketidak jujuran
Dan kini…
Aku ketakutan….
Jiwaku begitu rapuh
Begitu…menakutkan semua pertanyaan-pertanyaan itu
Aku takut untuk menghadapinya..
Aku resah dalam kegelisahan jiwa

No comments: